Dampak Kewajaran Sindir Menyindir Pada Media Sosial

Hai good readers!

Jadi, di kesempatan kali ini, aku ingin mengajak temen-temen untuk membahas materi terkait "Dampak Kewajaran Sindir Menyindir Pada Media Sosial". Ternyata banyak loh dampak yang bisa timbul hanya dari menyindir seseorang di Media Sosial. Apa aja ya??
Yuk langsung aja kita bahas bareng!




Tanggal 25 Oktober 2023, saya dan teman-teman saya mengadakan acara podcast yang membahas tuntas mengenai bagaimana menyikapi seseorang yang menyindir kita, lalu apa saja dampak yang bisa timbul dari sindir menyindir, dan instrumen hukum apa yang dapat digunakan untuk menghadapi hal tersebut.

Kami mengundang 2 narasumber yang luar biasa yaitu Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., C.AC, C.PS., C.STMI selaku dosen pengampu mata kuliah hukum dan media pers, lalu Mas Michael Carlos Kodoati, S.Fil., M.Fil. selaku dosen pengampu analisis dampak media digital.


Kami membahas begitu banyak hal yang sangat penting namun sering disepelekan dan diabaikan publik di media sosial dalam menyampaikan sebuah kritik dan pendapat.

Manusia pasti memerlukan komunikasi satu sama lainnya bukan? Nah, agar bisa saling mengungkapkan gagasan, perasaan, maupun keinginannya yang tentunya melalui instrumen komunikasi yang dinamakan bahasa. Penggunaan bahasa secara lisan ataupun tulisan, tidak hanya dijumpai pada komunikasi antar individu, tetapi juga dijumpai pada media sosial. Pengguna media sosial dapat berinteraksi, berpartisipasi, dan berbagi konten. Dengan media sosial, masyarakat lebih praktis dan mudah dalam berkomunikasi atau menyampaikan pesan berupa informasi, ide, dan juga gagasan. Akan tetapi, tidak semua pesan ataupun informasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik karena sering terjadinya kesalahpahaman dan perbedaan pendapat. 

Bahkan, tidak jarang kita jumpai terjadinya konflik dan perselisihan di mana-mana. Demonstrasi yang terjadi saat inipun merupakan wujud dari komunikasi yang tidak efektif. Dalam situasi yang demikian, manusia seringkali tidak mau memahami orang lain dan mengungkapkan pemikirannya dengan semena-mena atau tanpa etika. Sehingga lahirlah bahasa-bahasa yang berfungsi untuk menyindir satu sama lainnya.

A. Pengertian Sindiran

Secara umum, sindiran adalah bentuk ungkapan yang menggunakan kata-kata atau kalimat dengan maksud tersembunyi atau tidak langsung untuk mengandung kritik atau ejekan terhadap seseorang atau sesuatu. Sindiran sering digunakan untuk menyampaikan ketidakpuasan/ketidaksetujuan tanpa menyebutkan hal tersebut secara langsung.

Bahasa sindiran sengaja digunakan untuk oleh penutur untuk mengekspresikan rasa benci, tidak suka, atau untuk menghina, mempermalukan, merendahkan orang lain.

B. Dampak Sindir Menyindir

Tak jarang, sindir-menyindir pada akhirnya menjadi kebiasaan dan hal yang wajar terutama pada platform sosial media. Ada orang-orang yang lebih senang menggunakan sindiran untuk mengkritik atau menegur seseorang. Padahal, tanpa kita sadari, kebiasaan sindir-menyindir sering kali menimbulkan dampak buruk diantaranya:

1. Maksud tidak tersampaikan
Mungkin ada kalanya kita menegur seseorang dengan cara menyindir, tapi sebenarnya hal tersebut belum tentu tepat untuk dilakukan. Seringkali, sindiran membuat maksud yang ingin kita ungkapkan menjadi ambigu dan tidak tersampaikan dengan baik.

2. Menimbulkan salah paham
Saat kita menyindir seseorang seringkali informasi/pesan yang kita sampaikan dapat menimbulkan salah paham. Kita tidak tahu, mungkin saja yang merasa tersindir bukanlah orang yang kita tuju, melainkan orang lain. Hal ini akan membuat hubungan kita dengan orang yang tersindir menjadi rusak, meski kita sama sekali tidak bermaksud menyindir kepadanya.

3. Memancing pertengkaran
Bahasa sindiran lebih sering memancing emosi daripada saat kita membicarakan permasalahan secara langsung dan secara baik-baik. Ketika kita menyindir seseorang dan orang yang kita tuju benar-benar tersindir, hal ini akan kemungkinan besar akan memancing pertengkaran. Kalau sudah seperti ini, biasanya orang yang tersindir akan berkata bahwa lebih baik bagi kita bicara kepadanya secara langsung daripada menyindir.

C. Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyampaikan dan Menyikapi Sindiran
 
Ungkapan saling sindir menyindir dalam media sosial yang sudah menjadi hal yang wajar bahkan kebiasaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi pemudaran karakter bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ramah, santun dan berbudaya tinggi. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan merusak karakter yang merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. 

Jika kita disindir oleh orang lain, sebaiknya kita tidak perlu menghiraukan sindiran yang tidak membangun kita dan jangan memasukkannya ke dalam hati yang akan merusak mental kita dan membuat diri kita stress. Karena, dunia tidak akan berakhir jika kita disindir. Jadi, sebaiknya abaikan saja perkataan yang tidak begitu berpengaruh langsung terhadap hidup kita.

Namun, jika sindiran tersebut sudah melewati batas seperti menghina martabatmu sebagai manusia dan kamu terkena dampaknya negatifnya secara langsung, maka negara kita punya banyak instrumen hukum yang dapat menindaklanjuti hal tersebut. Salah satunya berkenaan dengan UU ITE pasal 27 ayat 3 yaitu, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik”. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan atau denda paling banyak Rp750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”.

Dalam penggunaannya sehari-hari seringkali sindir menyindir menjadi cikal bakal adanya sebuah konflik. Maka dari itu, penting untuk bijak dalam memilih penggunaan kata kata dalam menyampaikan pemikirannya. Publik diharapkan mengetahui batasan batasan, situasi dan kondisi yang tepat ketika menggunakan bahasa sindiran. Sehingga sindir menyindir bukanlah pemicu timbulnya sebuah hubungan komunikasi yang tidak baik, perselisihan, dan konflik.



Untuk pembahasan yang lebih lengkap, saksikan langsung podcast kami di youtube Klik disini https://youtu.be/Q44IeCUdE28?si=JxnUJO-Rfol6Gom1

Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat. 
Sampai jumpa di pembahasan materi yang selanjutnya!




Yustina Sherly Paramesti
223500010002
Fakultas Ilmu Komunikasi
UNIVERSITAS MPU TANTULAR

Mata kuliah: Hukum dan Media Pers
Dosen Pengampu: Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom, C.AC.,C.PS.,C.STMI

Referensi: SKAV Podcast with Kreatif Pembelajaran & yoursay.id



Komentar

  1. Memang sindir menyindir marak terjadi sekarang,tapi dengan adanya pembahasan ini jadi lebih paham dan mengerti untuk tidak melakukan hal hal semacam itu,terima kasih ka

    BalasHapus
  2. Artikel ini sangat informatif dan tulisan anda benar-benar membantu saya terimakasih🙏

    BalasHapus
  3. artikel yg bnr2 membantu 🔥👏🏼

    BalasHapus

Posting Komentar