Seputar Agenda Setting

Hai good readers!

Jadi, di kesempatan kali ini saya ingin mengajak temen semua untuk membahas materi terkait "Seputar Agenda Setting".
Yuk langsung aja kita bahas tuntas!



Istilah agenda setting merujuk pada kekuatan media massa yang memiliki kemampuan untuk membentuk opini publik.

Sebagai saluran komunikasi massa yang relatif dipercaya dikonsumsi publik, media massa dapat menentukan isu apa yang layak diperhatikan dan dibicarakan publik. Pada gilirannya, agenda setting akan menjadi agenda publik dan memengaruhi kebijakan publik yang diputuskan pemerintah 

Agenda Setting disebut juga agenda media setting atau agenda media. Setiap media massa memiliki agendanya sendiri, sesuai dengan visi dan misi top manajemen, perusahaan, organisasi, dan khususnya pemilik media.

Teori Agenda Setting mengacu pada bagaimana liputan berita media menentukan isu mana yang menjadi fokus perhatian publik. Teori agenda setting digunakan dalam iklan politik, kampanye, berita bisnis, PR (humas), dan lainnya. Konsep utama yang berkaitan dengan teori tersebut adalah gatekeeping. Gatekeeping bertanggung jawab dan mengontrol pemilihan konten yang dibahas di media. Berita berasal dari berbagai sumber sehingga editor memilih apa yang harus ditampilkan dan apa yang tidak. Itulah sebabnya mereka disebut sebagai gatekeeper.

Agenda Setting adalah menciptakan public awareness (kesadaran masyarakat) dengan menekankan sebuah isu yang dianggap paling penting untuk dilihat, didengar, dibaca, dan dipercaya di media massa.


A. FUNGSI AGENDA SETTING

Fungsi agenda setting bergerak dalam tiga hal yaitu:
1. Agenda media melalui penonjolan isu-isu tertentu melalui berita.
2. Agenda publik, yaitu opini atau sikap masyarakat terhadap suatu isu.
3. Agenda kebijakan sebagai bentuk respon sikap pemerintah atas berkembangnya suatu isu.

B. ASUMSI INTI AGENDA SETTING

Teori agenda-setting bertumpu pada dua asumsi dasar.
Yang pertama adalah media menyaring dan membentuk apa yang kita lihat, bukan hanya mencerminkan cerita kepada audiens. Contohnya adalah melihat cerita sensasional atau memalukan di bagian atas siaran sebagai lawan dari cerita yang terjadi baru-baru ini atau yang mempengaruhi lebih banyak orang, seperti badai yang mendekat atau reformasi pajak legislatif.

Asumsi kedua adalah semakin besar perhatian media terhadap suatu isu, semakin besar kemungkinan publik menganggap isu tersebut penting. Contohnya adalah organisasi media massa tidak memberi tahu kita apa yang harus dipikirkan atau bagaimana perasaan kita tentang suatu cerita atau masalah, tetapi memberi kita cerita atau masalah tertentu yang harus lebih dipikirkan orang.

C. EFEK AGENDA SETTING

Terdapat 3 efek agenda setting yang dikemukakan oleh Siune dan Borre, yaitu:
1. Representasi : media merefleksikan agenda publik.
2. Persistence (keteguhan): pemeliharaan agenda yang samaoleh
publik.
3. Persuasi: media melalui agenda setting
berpotensimemengaruhi opini publik.

D. 2 TINGKAT DALAM AGENDA SETTING

1. Tingkat pertama
Tingkat pertama biasanya digunakan oleh peneliti untuk mempelajari penggunaan media dan tujuannya atau pengaruh yang diciptakan media terhadap orang dan pemikiran paling dekat yang akan dimiliki orang terhadap paparan informasi yang diberikan oleh media house.

2. Tingkat kedua
Pada tingkat kedua, media berfokus pada bagaimana orang harus berpikir tentang sifat isu. Dengan demikian, sensasionalisasi berita bisa saja terjadi untuk menarik minat khalayak. Faktanya, media ingin menarik perhatian dan menanamkan pemikiran di benak orang tentang beberapa masalah serius. Itu sebabnya media mengubah isu-isu tertentu menjadi viral.

AGENDA SETTER

Agenda setter atau siapa yang membuat dan membentuk agenda setting, dengan kata lain siapa yang menentukan agenda media dan menyampaikan informasi berdasarkan agenda tersebut. Ada beberapa pendapat mengenai siapa yang berkuasa dan memiliki kekuatan untuk menjadi agenda setter ini.

Para ahli lain berpendapat bahwa politisi yang memiliki peran sebagai penentu agenda bagi agenda setters. Politisi memilliki kepentingan yang memang menyangkut citra dan masyarakat sehingga memungkinkan untuk membentuk agenda setting. Selain itu, PR atau humas professional juga dianggap memiliki peranan membentuk agenda setting.
Tugas PR yang memang membentuk dan mempertahankan citra juga sangat memungkinkan untuk menentukan agenda setting.

Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat. 
Sampai jumpa di pembahasan materi yang selanjutnya!




Yustina Sherly Paramesti
223500010002
Fakultas Ilmu Komunikasi
UNIVERSITAS MPU TANTULAR

Mata kuliah: Hukum dan Media Pers
Dosen Pengampu: Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom, C.AC.,C.PS.,C.STMI
Referensi: romeltea.com & ppt Ibu Serepina
Source gambar: pinterest & town of magie valley

Komentar

  1. Artikel yang menarik pembahasan tentang agenda setting mengingatkan kita akan berdampak besar pada media dalam membentuk perhatian masyarakat terhadap isu tertentu.

    BalasHapus
  2. pembahasan ringan yg baikk 🔥🔥

    BalasHapus

Posting Komentar