MEMAHAMI KONSEP SOSTAC, PUSH, PULL, DAN PASS DALAM MARKETING
Helooo good readers!!
Di perjumpaan kelima ini, kita akan memahami materi tentang seperti apa konsep SOSTAC, PUSH, PULL, DAN PASS dalam marketing. Yuk langsung aja kita bahas!
Dalam rangka untuk mencapai kesuksesan di lingkungan yang terus berubah ini, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang terstruktur dan sistematis dalam perencanaan strategi mereka. Salah satu metode perencanaan pemasaran yang sangat efektif adalah metode SOSTAC.
A. SOSTAC (Situation, Objectives, Strategy, Tactic, Action, dan Control)
SOSTAC adalah model perencanaan pemasaran digital agar pemasaran produk sebuah perusahaan dapat berjalan lebih efektif. SOSTAC bisa digunakan sebagai kerangka untuk mengidentifikasi masalah marketing suatu produk.
Tujuan menggunakan SOSTAC adalah sebagai teknik marketing untuk meningkatkan penjualan dengan cara melihat tingkah laku konsumen agar produk/jasa yang kita jual tepat sasaran yaitu sesuai dengan keinginan konsumen.
Metode SOSTAC dibagi ke dalam 6 tahapan yakni situation, objectives, strategy, tactic, action dan control.
Step 1. Situation Analysis (analisis situasi)
Step yang pertama adalah memahami situasi bisnis kita saat ini. Step ini dapat menggunakan alat analisis situasi seperti analisis SWOT dan analisis 5C untuk menggambarkan lingkungan eksternal dan internal, mengidentifikasi kekuatan/kelemahan, dan menunjuk pelanggan, pesaing, dan mitra kita nanti.
Step ini bertujuan untuk melihat bagaimana situasi dan kondisi proses pemasaran yang sedang berjalan pada perusahaan kita dengan mengumpulkan berbagai informasi dan data-data yang dibutuhkan.
Step 2. Objectives (Tujuan)
Step selanjutnya adalah menetapkan tujuan jelas yang ingin dicapai. Tujuan adalah peta jalan yang akan membimbing seluruh strategi bisnis kita. Untuk mencapai tujuan tersebut, tujuan perusahaan kita harus SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic dan Time Bound).
Step 3. Strategy (Strategi)
Step selanjutnya adalah menentukan pendekatan seperti apa untuk mencapai tujuan perusahaan kita. Strategi adalah panduan besar yang akan memandu semua tindakan dan taktik yang akan kita ambil. Untuk merancang strategi yang efektif, maka kita harus mempertimbangkan dan memperhatikan segmentasi target audiens, positioning, value proposition, dan channel selection
Step 4. Tactics (Taktik)
Step selanjutnya adalah membuat rincian taktik apa saja yang akan kita lakukan untuk mengimplementasikan strategi. Dalam step ini, kita bisa menggunakan strategi Marketing Mix yang berfokus pada atribut-atribut kunci yang perlu diperhatikan perusahaan dalam meraih tujuan.
Step 5. Action (Tindakan)
Step selanjutnya adalah Ini adalah tahap mengimplementasikan atau melaksanakan taktik-taktik yang telah direncanakan.
Step ini dapat berupa rangkaian proses kerja yang terstruktur dan terjadwal berupa flow chart, gantt chart, table activity based time, mempersiapkan manajemen resiko yang mungkin terjadi saat eksekusi taktik di lapangan dan juga mempersiapkan siapa, kapan dan bagaimana yang bertanggung jawab pada setiap business process, perencanaan budget, alokasi sumber daya secara detail.
Step 6. Control (Kontrol)
Step selanjutnya adalah mengukur dan mengevaluasi keberhasilan strategi dan membuat perubahan jika diperlukan. Kita harus menggunakan berbagai metrik dan alat analitik untuk menilai apakah kita sudah mencapai tujuan yang ditetapkan di awal. Kontrol juga bisa menjadi bahan refleksi atas apa yang sudah berhasil dan apa yang belum.
B. KONSEP PUSH, PULL, DAN PASS
1. Push marketing adalah strategi pemasaran yang berpusat pada “mendorong” produk atau layanan kita kepada target audiens.
Tujuan utama dari push marketing adalah untuk membawa produk atau layanan kepada pelanggan yang memiliki potensial sehingga mereka tidak perlu mencarinya. Taktik push marketing bisa dilakukan dengan melakukan kampanye email, direct mail, siaran dan pemasaran cetak.
2. Pull marketing adalah kebalikan dari push marketing yaitu strategi untuk menarik pelanggan potensial ke produk perusahaan.
Pull marketing berfokus untuk menemukan cara agar pelanggan mau datang sendiri ke bisnis kita. Jenis pemasaran ini paling sering digunakan ketika pelanggan sudah tahu apa yang mereka inginkan atau ketika merek sudah terkenal.
3. Pass marketing adalah strategi/upaya yang dilakukan perusahaan ketika produknya sudah mencapai pasar yang luas, sehingga opini yang terbentuk dari konsumen dapat mendukung peningkatan penjualan produk tersebut secara luas. Intinya, pass marketing berfokus pada pembentukan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan.
C. KELEBIHAN & KEKURANGAN STRATEGI PUSH, PULL, DAN PASS
Push marketing dan pull marketing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.
Push marketing memiliki kelebihan yakni dapat menghasilkan penjualan yang lebih cepat. Kekurangannya, karena penjualannya dilakukan secara cepat, taktik pemasaran ini sering kali mengabaikan membangun hubungan yang langgeng dengan pelanggan dan tidak banyak mempromosikan loyalitas merek.
Kelebihan pull marketing adalah bisa sangat berhasil dalam membina loyalitas merek dan hubungan pelanggan jangka panjang. Kekurangannya, pull marketing seringkali membutuhkan waktu untuk mulai menghasilkan penjualan dan tidak akan efektif jika target audiens tidak tercapai dengan tepat.
Kelebihan pass marketing adalah dapat mencapai pasar yang luas berkat kredibilitas yang sudah dibentuk. Kekurangannya, membutuhkan waktu lama untuk membangun kredibilitas dan reputasi bisa rusak karena satu kesalahan.
Walaupun masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, maka kuncinya adalah membuat kombinasi yang tepat dan beradaptasi secara dinamis terhadap kondisi terkini.
Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat ya... see you!!!
Yustina Sherly Paramesti
223500010002
Fakultas Ilmu Komunikasi
UNIVERSITAS MPU TANTULAR
Mata kuliah: Integrated Marketing Communication
Dosen Pengampu: Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom, C.AC., C.PS., C.STMI

Komentar
Posting Komentar